Musium Tanjung Pandang Belitung, Sejarah dan Kebun Binatang Dalam Satu Tempat

Belajar Sejarah Belitung
Di Musium Tanjung Pandan

Mengunjungi Musium Tanjung Pandan,
Bangka Belitung

Hai.. Assalamualaikum...

Jika kalian berkesempatan mengunjungi Belitung, Bangka Belitung, maka selain menyambangi semua pulau-pulau kecil di wisata lautnya, kalian juga harus mampir ke Musiumnya. 

Dari semua musium yang ada di Belitung aku paling tertarik dengan Musium Tanjung Pandan ini. Dimana lokasinya sangat strategis di pusat kota, tiket masuknya murah, pun dengan isinya sangat memudahkan kita dimana sudah terdapat musium bersejarah dan kebun binatang dalam satu area tempat. Musium ini banyak juga disebut sebagai Musium pemkab Belitung, di google maps pun kalian akan temukan dengan nama serupa.

 Ketika aku kesana di tahun 2022 bertepatan dengan wabah penyakit Covid19. Sehingga harga tiket terpantau sangat murah karena saat itu sektor wisata sedang sangat sepi terdampak covid. Perjalanan diawali dengan merental sepeda motor, dari hotel tempat aku menginap yakni di Swissbell hotel & resort Belitung dan menuju ke pusat kota. Rental sepeda motor pun cukup murah seharga 75K saja perhari. Bebas pakai keliling Pulau Belitung tinggal isi bensin aja. Musium ini terdapat di 

Lokasi: Jalan Melati No. 41A, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung.

Denah Museum Tanjung Pandan

Harga tiket masuk ke musium ini terpantau sangat murah seharga bayar parkir yakni Rp2000 saja. 

Baca juga: Traveling ala kadarnya ke Singapura

Review Musium Tanjung Pandan

Sejak awal masuk, petugasnya sudah berlaku ramah sekali dengan kami yang turis domestik ini. Di dalamnya di penuhi dengan ornamen bersejarah, dari pakaian adat, hewan-hewan yang di awetkan yang menjadi hewan iconic di Belitung. Ada juga maket tambang pengangkut rantai yang ada tahun 1851-1900, so old ya...

Pakaian adat Belitong dan ornamen rumah (dokpri)

Maket Tambang pengangkut rantai (dokpri)

    Ada senjata tajam khas belitung, sampai ada juga Gendi (mungkin sekarang kita menyebutnya kendi) yang berasal dari abad 15-16. 

Gendi dari abad ke 15-16 (dokpri)

   

Buaya, Biawak dan hewan lain yang diawetkan
Ukurannya beragam dan serem (dokpri)

 Yang paling menarik bagiku, adalah pameran berbagai jenis batuan yang ada di Belitung. Meski bukan anak Geologi, aku tertarik sekali ingin melihat beragamnya jenis batuan di Indonesia. Sayang aku tidak menyimpan fotonya, hanya merekam dalam bentuk video.

Review Kebun Binatang Pemkab Belitung

Seperti yang aku sampaikan bahwa tempat ini juga sekaligus kebun binatang. Setidaknya ada 20 jenis hewan yang di rawat disana. Mungkin saat ini sudah berubah jumlahnya. Ada bangau, itik serati, monyet, elang, ikan aligator, hingga icon di film laskar pelangi yaitu buaya, ada di kebun binatang ini.

     Tempatnya sangat sederhana tapi dibuat rapi. Hanya yang bikin kurang excited adalah cuaca di Belitung yang super panas, jadi malas berlama-lama bersama para hewan. Akhirnya kami sebentar saja di area kebun binatang, lebih lama dibagian dalam musium berteduh, hehehe..

Tupai selat di museum tanjung pandan

      Hewan yang sempat difoto bersama anakku adalah Tupai selat. Keliatan ya digambar seperti apa warnanya yang khas. Selain tupai juga banyak yang lain di kebun binatang tersebut seperti berbagai jenis unggas dan beberapa hewan reptil. Intinya kalau ke musium ini, berasa menjelajah lebih dalam tentang banyak hal di Belitung ini.

     Museum ini sepi, tapi masih ada pengunjung lain sepertiku yang membawa anak-anak. Entah kenapa yang suka ke museum dominan orang tua dan anak. Atau juga mungkin orang lokal sudah bosan dan hafal dengan isinya, hehe..

Baca juga: Pulau Tidung, menguak sisi lain Jalarta di Kepulauan Seribu

    Tidak banyak info yang bisa aku berikan, karena memang sesimpel itu untuk di tuliskan. Pokoknya di nikmati saja foto-foto yang kubagikan di blog ini, barangkali nanti kalau pas ke Belitung tinggal di kunjungi aja rekomendasi dari aku. Selamat Berlibur ya...

Tak lupa aku selfie untuk kenangan


No comments

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..